Kepada Tuan disana, izinkan saya sebagai Puan yang kau kenal menulis sedikit kata perihal bimbang dalam dada Ada beberapa hal yang kerap kali membuat saya bertanya-tanya entah itu tentang obrolan kita di malam panjang atau jejak kecil kita di stasiun kala petang datang Bersama dengan bayangmu di dinding kamarku saya mencoba memilih kenang dalam angan agar kelak tak ada lagi ragu dalam jalan Satu yang saya pertanyakan Apakah rima mu dan irama ku menjadi nada dalam dada? Tuan Beberapa detik sebelum matahari tenggelam marilah kita bertemu di taman penuh angku lalu kita pesan dua cangkir minuman kopi, teh manis atau air biasa, tak apa Pelan pelan coba selidiki mengenai rasa diantara kita tapi jangan biarkan air dalam cangkirmu habis saya takut kau akan kehabisan kata Namun jika kau tak bisa menemukan arti dari semua tak apa, saya bisa memahami semua Biar kita duduk saja ...