Kepada Tuan disana,
izinkan saya sebagai Puan yang kau kenal menulis
sedikit kata perihal bimbang dalam dada
Ada beberapa hal yang kerap kali membuat saya
bertanya-tanya
entah itu tentang obrolan kita di malam panjang
atau jejak kecil kita di stasiun kala petang datang
Bersama dengan bayangmu di dinding kamarku
saya mencoba memilih kenang dalam angan agar
kelak tak ada lagi ragu dalam jalan
Satu yang saya pertanyakan
Apakah rima mu dan irama ku menjadi nada dalam dada?
Tuan
Beberapa detik sebelum matahari tenggelam
marilah kita bertemu di taman penuh angku
lalu kita pesan dua cangkir minuman
kopi, teh manis atau air biasa, tak apa
Pelan pelan coba selidiki mengenai rasa diantara kita
tapi jangan biarkan air dalam cangkirmu habis
saya takut kau akan kehabisan kata
Namun jika kau tak bisa menemukan arti dari semua
tak apa, saya bisa memahami semua
Biar kita duduk saja disini, sambil melihat jingga
mulai pergi, dan biarkan matahari menjadi iri.

Comments
Post a Comment