Jingga Merah Yang Kau Bunuh Tak Berarah
Dengan wajah khawatir kau tanyakan keadaanku yang basah kuyup, aku hanya tersenyum dan kau bernafas lega. {{ Pulang dari toko buku, badan ku panas tak karuan,pusing hebat mendera dan flu ikut menyertai mereka. Besoknya ku tak masuk sekolah karena sakit,untuk bangun dari tempat tidur saja lemas tak berasa. Tapi tenang jangan khawatirkan aku}} Jingga indah di belakang gedung sekolah menjadi saksi setia yang selalu menyapa kita saat menikmati cahaya dilangit merah. Kau selalu begitu, menariku lari ke atas bangunan sekolah hanya untuk memberi salam kepada senja. Kau memejamkan mata dan tersenyum. {{Tak pernah ku lupa sentuhan jari jari mu saat merengkuh jari ku. Bagiku senja bukan apa apa jika dibandingkan denganmu. Kau lebih hangat dan indah. Walaupun aku sering dimarahi karena pulang terlambat namun sungguh aku senang bisa menemanimu}} Malam itu kau katakan ada gadis yang sudah lama ...