[ Perihal Puan dalam Kegelisahan dan Tuan di tengah Cangkir Abuabu ]







//
Aku adalah percampuran dari rangkaian 
kata melankolis dan setumpuk rahasia 
yang tenggelam sambil menyeret dirimu ke dalam gelisah. Setiap malam datang dan angin mencoba masuk di sela-sela jendela kamar yang mulai lapuk, seolah menertawakanku yang masih saja dipeluk ragu atas tingkahmu.

//
Rindu yang mulai lebam dan membiru terperangkap dalam langit-langit mulutku yang kelu. Kegelisahanku semakin dalam tertumpuk daun yang gugur bersama ribuan harap yang kalap. Tak pernah ku lupa akan rasa yang tertanam di jariku saat tangan kita menyatu bersama suara mobil dan debu yang terbang di tengah jalan besar. Hangat dalam erat yang kau bagi itu, memang cinta? Ataukah hanya semilir angin yang kelak kau lupa?

//
Dalam dinding hati yang lebur bersama senyum hangat kala kita duduk bersama 
di taman penuh bunga sambil kau bercerita tentang harapan dirimu juga kita di masa depan, dan aku setia duduk di sebelahmu sambil menelan  pertanyaan tak tercerna, seperti ;  apakah kita adalah kisah manis dibumbui semesta? Atau sekedar lelah yang sedang singgah?

//
Aku terus saja mencoba mengerti perihal sinar matamu yang berhasil menembus jantung sampai ke pembulu.
Aku juga masih saja mencoba mengerti, perihal sesak yang meraba dada kala hasrat tak berhasil menembus rindu padamu. 

//
Seandainya saja kau tau

aku hampir mati tergeletak di atas ranjang penuh harap yang terbengkalai dan tergantung di atap-atap resah yang kau tinggalkan. Lelah mulai menghitam di tengah kita yang tak pernah tuntas. Lalu, masih salahkah aku yang terus saja mencari pasti, walau aku tahu kau mungkin tak punya hati?

//
Jujurlah.
Katakan cinta jika memang ada
Katakan butuh jika memang tumbuh

Jangan biarkan aku tergantung di ranting
pohon yang hidup di pekarangan rumahmu, lalu kau tebang kala kau bosan saat kau temukan bunga yang lebih indah.

//
Aku tak peduli, 

Entah kau ada di rumahmu, atau mungkin di bangku panjang kesukaan kita di taman itu, bacalah kata kata resahku ini.

//
Kelak ketika kau sudah mengerti apa inginku, datanglah, bawa sebuah jawaban yang kau pendam sendirian.

entah itu tentang menelusuri cerita panjang
bersama,

atau kita pangkas saja rasa yang memang 
tak pernah ada.

-----------------------
-NaA //
#blackribbon 

Comments